Thursday, June 11, 2015

Bersamaan dengan dirilisnya LG Nexus 5, Google hari ini juga merilis versi terbaru OS Android KitKat 4.4.

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:46 PM    
Beberapa fitur baru yang ada di Android KitKat yang dapat langsung terlihat diantaranya adalah kemampuan untuk menggunakan semua tampilan layar (immersive mode) tanpa bar hitam ataupun tombol yang sangat berguna bila sedang menonton Video atau membaca buku.
Fitur di Android KitKat yang lain seperti kemampuan untuk dapat langsung mengakses Google Now cukup dengan mengatakan “OK Google” dari home screen, Phone App yang dapat mencari nomor telepon yang tidak dikenal dari web, dukungan Mobile Printing melalui Google Cloud Print dan HP ePrint, support tipe sensor baru seperti pedometers dan step sensor.
Android KitKat
Android KitKat juga disebutkan lebih bersahabat untuk smartphone ataupun tablet bertipe low-end karena diklaim mampu berjalan lancar dengan memory RAM 512 MB. Hal ini dapat tercapai karena peningkatan memory manajemen dan optimasi di kernel, system, framework dan applikasi.
Berikut rangkuman fitur baru yang ada di Android KitKat 4.4:

New NFC capabilities through Host Card Emulation
Printing framework
Storage access framework
Low-power sensors
Step Detector and Step Counter
SMS provider
Full-screen Immersive mode
Translucent system UI styling
Enhanced notification access
Screen recording
Resolution switching through adaptive playback
Audio Tunneling to DSP
Wi-Fi CERTIFIED Miracast™
New Bluetooth profiles
IR Blasters
Wi-Fi TDLS support
System-wide settings for closed captioning
Drawable mirroring for RTL locales
On-device memory status and profiling
Source Android KitKat sudah dirilis ke AOSP reposition dan sudah dapat diakses bagi para developer dan vendor. Beberapa device yang sudah mengkonfirmasi akan menerapkan KitKat saat berita ini ditulis adalah Nexus 4, Nexus 7, Nexus 10, HTC One, Moto X dan Galaxy S4.

WhatsApp dibeli Facebook dengan nilai US$16 Milyar ++ (sekitar 188,4 Triliun Rupiah)

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:45 PM    
Facebook telah membeli WhatsApp senilai US$16 Milyar (uang US$ 4Milyar + Saham FB US$12 Milyar). Jumlah tersebut dapat bertambah sampai US$19 Milyar karena para pegawai WhatsApp juga mendapatkan saham FB US$3 Milyar yang akan cair bertahap selama 4 tahun setelah aukisisi terjadi.
Alasan Facebook membeli WhatsApp antara lain karena WhatsApp merupakan applikasi mobile instant messaging  / chatting yang sangat populer di dunia dengan jumlah user base sebanyak 450 juta orang dimana 70% aktif setiap harinya dengan pertumbuhan basis user baru lebih dari 1 juta orang perharinya.
Selain itu banyaknya jumlah volume pesan antar user yang hampir menyamai volume pesan singkat sms seluruh operator dunia juga menjadi salah satu alasan Facebook membeli WhatsApp.
WhatsApp logo
Dalam penjelasan resminya, disebutkan Facebook Messenger yang sebelumnya merupakan pesaing WhatsApp akan tetap ada dan tidak digabungkan; ini karena WhatsApp akan beroperasi secara indepent layaknya Instagram setelah dibeli Facebook.
Bila boleh membandingkannya dengan pembelian perusahaan teknologi sejenis beberapa tahun kebalakang maka harga WhatsApp sangatlah mahal untuk ukuran sebuah applikasi chatting karena harganya adalah 16x Instagram, 18X Viber, 2X Nokia, 2x Skype dan 5x Motorola.

Pengguna Mobile Payment T-Cash Kini 15 Juta

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:44 PM    
Setelah diluncurkan pada 2006 lalu, pengguna T-Cash Telkomsel memang tidak terlalu banyak. Namun begitu, Telkomsel tetap memberikan peningkatan dalam fungsi T-Cash.

"Sampai saat ini, pengguna T-Cash sudah mencapai 15 juta. Untuk meningkatkan ketertarikan pengguna, kami berupaya meningkatkan kenyamanan dalam transaksi dengan inovasi berbasis Near Field Communication atau NFC," ujar EVP Area Jabotabek Jabar, Venusiasa Papasi kepada Viva.co.id, Kamis 11 Juni 2015.

Menurut Venus, layanan inovatif ini diberi nama T-Cash Tap dan diklaim aman dan nyaman. Sebab, dalam penggunaannya, T-Cash Tap menggunakan sistem keamanan berupa PIN. Bahkan, untuk bisa menggunakannya pun cukup mudah, pengguna hanya perlu menyematkan stiker NFC ke ponselnya.

"Untuk stiker NFC ini bisa didapatkan dengan mudah di GraPARI di Jakarta, dan sekitarnya. Tidak ada beban biaya untuk mendapatkan stiker itu," ujar Venus.

Dikatakan Venus, untuk tahap awal memang fokus penyebaran T-Cash Tap baru ditujukan untuk pelanggan di Jabodetabek. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk ke wilayah lain.

Selain mengedukasi pelanggan terkait T-cash Tap di booth ICS, Venus juga menggelar T-Cash Tap Exhibition di Central Park, Jakarta.

"Pelanggan bisa mengaktifkan TCASH TAP-nya dan mendapat banyak penawaran menarik dari merchant-merhantnya, seperti Baskin Robins, atau menonton di XXI dengan hanya Rp15 ribu saja," ujarnya.

Venus mengklaim, sudah ada puluhan merchant yang bekerja sama dengan T-Cash. Bahkan, untuk T-Cash Tap, merchant-merchant itu berani menawarkan diskon hingga 50 persen, seperti Indomaret, Coffee Bean, Baskin Robbins, Wendy’s, McDonald’s, 7Eleven, dan Cinema XXI.

"Kami terus memperbanyak jumlah merchant dan mendorong lebih banyak lagi pelanggan untuk memanfaatkan layanan T-Cash. Kami berharap, pelanggan kita nantinya cuma perlu bawa ponselnya saja untuk pembayaran," ujar Venus. (asp)

PC Mungil Acer Dihargai Rp 3,7 Juta

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:43 PM    
Setelah tampil di NewYork, Amerika Serikat, PC mungil Acer yang dinamai Revo One resmi melenggang di Indonesia. Dengan desain unik, perangkat yang diklaim serba bisa ini siap mengincar pengguna yang menyukai kesederhanaan.

Revo One memang tampil minimalis, desainnya hanya seukuran toples. Praktis, pengguna bisa menempatkannya di manapun tanpa perlu menyiapkan lokasi khusus seperti PC pada umumnya. Tapi meski kelihatannya sederhana, Revo One dibekali spesifikasi lumayan.

Hal itu karena Revo One disiapkan sebagai perangkat multifungsi. Dengan menghubungkannya ke TV, perangkat ini bisa bikin TV jadi perangkat pintar berbasis Windows 8.1. Artinya, Revo One juga bisa difungsikan sebagai pusat hiburan untuk menonton film, streaming video, atau aktivitas lainnya.

Tapi tak sebatas itu, Revo One juga bisa difungsikan sebagai media server di rumah. Pengguna bisa menyimpan koleksi film atau musik miliknya di HDD berukuran 500 GB yang dimilikinya.

Masih kurang? Revo One menyiapkan satu slot lagi yang bisa diisi oleh HDD tambahan dengan kapasitas sampai 2 TB. Menariknya, HDD di slot kedua bisa diganti-ganti secara hot swap alias tak perlu mematikan Revo One.

Sebagai media server, pengguna bisa melakukan streaming video dari Revo One selama berada di satu jaringan yang sama, misalnya di satu sambungan WiFi. Penguna bisa melakukan streaming di layar ponsel, tablet, atau di TV pintar.

“Revo One menjawab kebutuhan konsumen saat ini, yang tak cuma menginginkan perangkat yang simple, tapi juga multifungsi,” ujar Benny Effendi, PM Consumer Notebook, PC, & Peripheral Acer Indonesia, di kantornya, di The Plaza, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Bicara spesifikasi, jeroan Revo One terbilang lumayan. Untuk prosesor, Acer membekalinya dengan Intel Celeron 2957U yang punya kecepatan 1,4 GHz. Besaran RAM-nya 2 GB jenis DDR3, perangkat ini juga hadir dengan berbagai konektivitas seperti dua port USB 2.0 dan dua port USB 3.0, HDMI, LAN, dan juga display port. Untuk sambungan nirkabel, Revo One punya WiFi dan juga Bluetooth.

Ukuran mungil juga bukan satu-satunya kelebihan yang ditawarkan Revo One soal efisiensi. Konsumsi dayanya juga dijadikan kelebihan oleh Acer karena perangkat yang hadir dengan kelir putih ini cuma butuh daya sebesar 65 watt untuk beroperasi. Jauh lebih rendah dari PC konvensional yang rata-rata konsumsi dayanya di atas 150 watt.

Tertarik memboyongnya? Siapkan kocek Rp 3,7 juta, Revo One sudah mulai dipasarkan melalui jalur online di Lazada. Sedangkan untuk jalur offline, Acer mengatakan baru akan memasarkannya pekan depan.

Indosat Kini Diperkuat Mantan Dirut Telkomsel

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:42 PM    
PT Indosat Tbk hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST ) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Salah satu keputusan yang dilahirkan dari gelaran tahunan itu adalah sedikit perombakan di sektor jajaran komisaris dan direksi Indosat. Menariknya, di daftar nama jajaran direksi baru Indosat muncul nama Sarwoto Atmosutarno yang notabene adalah mantan Direktur Utama Telkomsel.

Berikut susunan anggota Direksi Perseroan untuk periode sejak 10 Juli 2015 sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2020:

- Alexander Rusli, Direktur Utama
- Caba Pinter, Direktur
- Joy Wahjudi, Direktur (sekaligus selaku Direktur Independen)
- John Martin Thompson, Direktur
- Sarwoto Atmosutarno, Direktur

Sementara untuk susunan anggota Komisaris periode sejak RUPSLB hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2016:

- Dr. Nasser Mohammed Marafih, Komisaris Utama
- Ahmed Yousef Ebrahim M Al–Derbesti, Komisaris
- Khalid Ibrahim A Al-Mahmoud, Komisaris
- Astera Primanto Bhakti, Komisaris
- Chris Kanter, Komisaris
- Beny Roelyawan, Komisaris
- Cynthia Alison Gordon, Komisaris
- Richard Farnsworth Seney, Komisaris Independen
- Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen
- Wijayanto Samirin, Komisaris Independen

Menurut siaran pers yang dipublikasikan, Indosat juga memberhentikan dengan hormat Fadzri Sentosa sebagai Direktur Perseroan serta menerima pengunduran diri Bapak Rinaldi Firmansyah selaku Komisaris Independen Perseroan.

Galaxy S6 Active Dianggap Penghinaan untuk Seri Galaxy S6

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:41 PM    
Samsung Galaxy S6 Active telah resmi diluncurkan pada Senin, 8 Mei lalu. Namun tenyata tak semua orang bahagia dengan dirilisnya seri Galaxy S6 Active, sebagian pengguna smartphone Samsung justru menganggap Galaxy S6 Active sebagai ‘penghinaan’.

Mengapa demikian, seri S6 Active menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar dari seri S6. Sebagai informasi, S6 Active dibekali kapasitas baterai 3.550 mAh, sedangkan seri S6 yang dirilis awal tahun ini hanya memiliki baterai 2.550 mAh.

"Sementara faktanya, kami pengguna duo Galaxy S6 harus hidup dengan daya tahan baterai yang tidak mengesankan. Samsung kini justru keluar dengan Galaxy S6 Active, membuat kami bertanya-tanya,” tulis salah satu pengguna seri Galaxy S6, seperti dilansir BGR, Rabu (10/6/2015).

Pengguna seri Galaxy S6 yang melayangkan protes itu pun menambahkan, Samsung seolah mengorbankan kapasitas baterai mereka demi menampilkan desain smartphone yang ramping.

"Oke, jadi mungkin kapasitas baterai 3.000 mAh baterai akan merusak desain (Galaxy S6), tapi Samsung setidaknya bisa memberikan kapasitas baterai 2.800 mAh baterai, sama seperti Galaxy S5," tambahnya.

Meski begitu, banyak pihak yang menyatakan jika anggapan bahwa Galaxy S6 Active merupakan smartphone yang menghina Galaxy S6 merupakan hal yang salah. Dengan mengorbankan kapasitas baterai, S6 dan S6 Edge hadir sebagai smartphone dengan dengan desain terindah tahun ini.

Sedangkan seri Galaxy S6 Active yang menawarkan kapasitas baterai besar, justru tampil dengan desain yang tidak terlalu cantik dan bagus untuk dilihat. Galaxy S6 Active pun diperkirakan tak akan terlalu menghasilkan banyak uang untuk Samsung.

Kamera Kompak Canggih Sony RX100 IV dan RX10 II Resmi Diperkenalkan

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:39 PM    
Sony kini meluncurkan dua produk kamera canggih terbarunya yang mereka labeli dengan nama RX100 IV dan RX10 II. Kedua kamera ini pun diklaim menjadi kamera pertama dunia yang memakai sensor Exmor RS CMOS tipe stacked 1.0. Sensor ini pun dilengkapi dengan pemroses sinyal lebih canggih serta hadir dengan chip DRAM.



Kombinasi keduanya pun membuat kedua kamera terbaru Sony ini mampu membaca data gambar 5 kali lebih cepat. Selain itu, kombinasi keduanya juga mempunyai peran yang signifikan pada fitur-fitur canggih yang ada pada kamera RX100 IV dan RX10 II. Fitur yang dimaksud antara lain adalah video super slow motion 40x hingga 960 fps, video 4k, shutter anti distorsi super cepat hingga 1/32000 detik dan lain-lain.

Pada saat digunakan untuk merekam video slow motion, kedua kamera ini akan menawarkan berbagai opsi. Baik dengan kecepatan 960fps, 480fps serta 240fps dengan kualitas 60p, 30p atau 24p. Tak hanya itu, kedua kamera ini juga sangat bagus kalau digunakan untuk menjepret objek yang bergerak dengan cepat. Hal ini berkat fitur Shutter anti distorsi super cepat hingga 1/32000 detik.

rx10 II

Kamera RX10 II akan bisa merekam video 4K dengan durasi hingga 29 menit. Sementara untuk RX100 IV bisa merekam video beresolusi 4 kali full HD tersebut dengan durasi lima menit. Gambar dengan resolusi 16,8MP pun bisa dijepret selama pengambilan video 4K, cukup dengan menekan tombol shutter.

Mengenai harganya, RX100 IV dan RX10 II ini masing-masing dijual dengan harga sebesar 1000 USD dan 1300 USD. Keduanya pun menurut rencana akan mulai ditawarkan pada tanggal 17 Juni mendatang.

Berpisah dengan Happy

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:34 PM    
Berpisah dengan Happy
Happy Wednesday by Azrul Ananda

APA arti jabatan? Mengapa gengsi begitu mahal? Kenapa tidak happy-happy saja?


Resmi sejak Minggu, 10 Mei lalu, saya melepas satu dari tumpukan topi jabatan yang (imajiner) ada di kepala saya. Setelah diminta tolong mengembalikan pamor liga basket profesional lima tahun lalu, Minggu lalu saya resmi menggantung topi bertulisan ''commissioner'' (dalam artian liga olahraga seperti CEO) National Basketball League (NBL) Indonesia.

Bagi yang tidak mengikuti kiprah basket Indonesia, segalanya bisa dicari secara online kok. Bahwa se­telah grand final Minggu lalu, PT DBL Indonesia yang saya bentuk tidak lagi memperpanjang kontrak pengelolaan liga basket tertinggi tersebut.

Sejak mengumumkan keputusan itu sekitar seminggu sebelumnya, tidak henti saya mendapat perta­nyaan-pertanyaan. Yang paling utama: Mengapa?

Bukankah liga basket ini terus berkembang selama lima tahun?

Ya, NBL Indonesia dalam lima tahun berkembang begitu pesat Ketika diminta tolong oleh klub-klub peserta pada akhir 2009, liga sebelumnya (Indonesian Basketball League alias IBL) sudah mati suri.

Dalam lima tahun, NBL Indonesia jadi tontonan bergengsi. Dengan jumlah penonton (dan revenue tiket, yang ada bagi hasilnya dengan klub peserta) terus meningkat.

Kualitas pertandingan juga terus meningkat. Bila dulu didominasi, kini sangat ketat. Jumlah game ketat terus meningkat. Kejutan-kejutan makin sering muncul. Dan pada musim terakhir 2014-2015, di babak Championship Series 2-10 Mei lalu, ada tim peringkat kedelapan (Stadium) yang menjadi darling baru para penggemar, mampu mengalahkan juara bertahan Aspac dan melangkah ke semifinal.

Stadium adalah penghuni peringkat kedelapan dari total 12 tim peserta!

Para pemain muda kini juga mendominasi liga. Bila dulu seperti ada generation gap akibat tidak adanya konsistensi liga dan -sebagai dampak lanjutan- minimnya investasi klub, maka kini para bintang muda sudah menjadi tulang punggung liga.

Kebanyakan adalah ''anak-anak'' yang sudah saya kenal sejak masih SMA, bermain di liga basket pelajar DBL (Developmental Basketball League), yang kami selenggarakan sejak 2004.

Pada musim 2014-2015 ini, yang muncul sebagai Most Valuable Player (MVP) adalah Adhi Pratama. Baru berusia 22 tahun, Adhi memulai karir profesionalnya bersamaan dengan dimulainya NBL Indonesia 2010 lalu. Rencana-rencana ke depan pun sudah kami bicarakan bersama klub-klub peserta. Termasuk soal pemakaian pemain asing dan pengembangan-pengembangan lain.

Plus, Women's National Basketball League (WNBL) juga ikut meramaikan selama empat tahun.

Lalu, mengapa harus berhenti?

---

Secara resmi, saya -dan rekan-rekan di DBL Indonesia- akan menjawab bahwa kami berhenti mengelola liga karena memang kontrak kami sudah berakhir. Kontrak itu panjangnya 3 + 2. Maksudnya, setelah tahun ketiga, kami punya opsi untuk memperpanjang sampai tahun kelima.

Kenapa begitu? Dulu, liga basket ini sejarahnya dibumbui dengan ketidakharmonisan di luar lapangan. Penyelenggara tidak memuaskan lah, utang belum dibayar lah, regulasi tidak jelas lah, dan lain sebagainya.

Untuk menjaga seandainya klub-klub tidak puas dengan kami, atau kami tidak lagi harmonis dengan klub-klub, maka struktur 3 + 2 itu kami terapkan. Kalau memang tidak cocok, setelah tiga tahun kami bisa berpisah baik-baik tanpa saling menyakiti.

Tapi, ternyata cocok, dan kami pun lanjut.

Dan setelah lima tahun, kami juga merasa telah memenuhi harapan dan permintaan klub-klub ketika meminta kami bergabung. Yaitu, mengembalikan liga basket profesional di tempat yang semestinya, dengan segala kemeriahannya.

Intinya, tugas kami telah selesai sesuai permintaan.

Di luar alasan resmi itu, adakah alasan-alasan lain? Tentu saja kami tidak bisa berbohong. Ya, ada alasan-alasan lain.

Uang? Seharusnya bukan. Kalau masalah uang, kami sudah mundur sejak awal, atau minimal sejak opsi mundur pertama (tiga tahun) tiba. Saat bicara bersama seluruh klub, kami semua sepakat tidak boleh bicara soal uang. Semua yang terlibat ini adalah ''orang gila'' tidak mikir uang. Lagi pula, saya sejak dulu sudah tahu risikonya, dan masih menerima ''tantangan'' mengelola liga ini (walau sempat dua kali menolak).

Yang penting bagaimana menerapkan liga yang cost effective, dengan operasional klub yang juga tidak ''how high can you go'', sehingga menghasilkan atmosfer persaingan yang lebih baik (dan itu terbukti!).

Lalu, apa alasan lain? Karena saya gagal terpilih jadi ketua umum Perbasi? Ketika ditanya begitu oleh media, jawaban saya seperti ini: ''Kalau saya bilang tidak kecewa, berarti saya bukan manusia. Karena saya merasa bisa menerapkan hal-hal baru yang mungkin bisa merevolusi pengelolaan basket di Indonesia.''

Tapi, saya juga menjelaskan lebih lanjut: Walau kalah, saya tidak pernah teriak-teriak marah. Saya tidak teriak ''Curang!''. Tidak menggunakan kekuatan media di bawah pimpinan saya untuk teriak-teriak. Saya menerima dengan baik apa pun hasilnya.

Saya tidak ingin basket ini seperti olahraga lain yang karut-marut karena kepengurusan yang tidak fokus ke olahraganya, yang lebih mengutamakan gengsi orang-orangnya, atau mungkin kepentingan-kepentingan lain yang sebenarnya bukan ''olahraga''.

Saya pernah menyampaikan ke Dewan Komisaris liga (berisi klub-klub peserta), harus ada contoh tidak boleh ''sirik'' atau mengutamakan ego.

Saya hanya bilang, ''Basket Indonesia sudah memilih jalannya.''

Terus terang, saya bangga juga bisa bersikap seperti ini. Pada usia 37 tahun, saya masih boleh mengaku muda. Kadang saya masih emosional, kadang belum bisa bersikap dewasa.

Saya rasa, saya sudah bersikap dewasa dalam hal ini. Semoga yang lain juga menganggap demikian...

Ayah saya toh juga selalu mengajarkan untuk tidak memaksakan kemauan. Asal kita tulus dalam berusaha, hasil akan datang dengan sendirinya. Kalau bukan jodohnya, ya jangan dipaksakan. Nanti malah sakit semua.

---

Daripada berpikir negatif, saya memfokuskan pikiran ke hal-hal happy yang mewarnai kiprah saya sebagai commissioner NBL dalam lima tahun terakhir.

Selama lima tahun, saya punya banyak teman baru. Bukan hanya para pemilik klub, tapi juga para pemain, ofisial, serta kalangan lain yang terlibat di basket. Saya juga dapat banyak kenalan dari begitu banyak fans basket di berbagai kota.

Beberapa sebenarnya sudah jadi teman sejak lama. Misalnya, Christopher Tanuwidjaja dan istrinya, Sherly Humardani, bos CLS Knights dan Surabaya Fever.

Selama lima tahun, pertemanan ini mendapat ujian luar biasa. Sebagai commissioner, kadang saya harus membuat keputusan atau menjaga keputusan-keputusan liga yang belum tentu menyenangkan keduanya. Dan ini berlaku kepada teman-teman ''baru'' saya yang juga terlibat di liga NBL maupun WNBL. Misalnya, Hasan Gozali (Tomang Sakti Mighty Bees) dan Syailendra Bakrie (Pelita Jaya). Semuanya berusia sepantaran dengan saya.

Setelah lima tahun ini, saya bersyukur pertemanan ini bisa terjaga. Usai pertandingan final terakhir, saya bercanda dengan Sherly, yang juga teman baik istri saya: ''Sekarang kita jalan-jalan dan belanja bareng lagi saja ya...''

Dan Hasan saya rasa juga masih siap mengombinasikan hobi memotretnya dengan menjadi kontributor foto di Jawa Pos.

Selama lima tahun, saya dan tim DBL Indonesia juga belajar banyak. Bagaimana mengelola liga dari ''minus lima'' menjadi sebesar sekarang. Ini skill yang tidak mudah, dan sebelum kami belum ada pengelola yang bisa bertahan selama lima tahun.

Minggu, 10 Mei lalu, juga menjadi hari yang kami inginkan jadi hari yang happy. Kami tidak ingin liga ini berakhir seperti liga-liga sebelumnya, yang jauh dari happy.

Ayah saya juga selalu menekankan pentingnya mengakhiri segala hal dengan baik-baik. Saya tidak selalu berhasil melakukannya, tapi semoga Minggu 10 Mei lalu saya berhasil melakukannya.

Tim kami telah menyiapkan show yang spektakuler, yang bisa memukau ribuan penonton di Hall Basket Senayan dan pemirsa siaran langsung di TVRI atau di live streaming.

Video ''NBL Indonesia Journey'' merupakan permintaan saya untuk tim DBL Indonesia, merangkum lima tahun kiprah kami secara tulus dalam hanya beberapa menit (akhirnya hanya tiga menit).

Video itu adalah ucapan terima kasih kami atas kesempatan lima tahun terakhir, dan terima kasih kami atas segala upaya dan dukungan semua pihak yang terlibat serta menikmati NBL Indonesia.

Video itu sekarang ada di YouTube, dan mendapat respons positif dari para penggemar basket Indonesia.

Lagu yang dipakai di video itu adalah permintaan saya. Don't Stop Believin' milik Journey. Karena walau masa pengelolaan kami berakhir, penggemar harus tetap percaya. Dan untuk memotivasi penerus kami untuk memenuhi kepercayaan dan harapan tersebut, seperti yang kami alami lima tahun lalu.

Toh, sekarang liga basket profesional sudah berada di tempat yang lebih baik. Tidak perlu turun ke lubang jurang dan memulai dari ''minus lima'' seperti kami dulu.

---

Banyak yang bilang, berkiprah di dunia olahraga Indonesia adalah ''Thankless job''. Kalau jelek dihujat habis, kalau bagus tak dipuji.

Kami bersyukur, kalangan dan penggemar basket di Indonesia ternyata benar-benar luar biasa.

Sejak Minggu 10 Mei, tak henti ucapan terima kasih mengalir ke kami. Baik via telepon langsung, SMS, BBM, atau via medsos. Baik dari pengelola klub, pemain, pelatih, dan khususnya para penggemar basket.

Seumur hidup saya, belum pernah saya menerima ucapan terima kasih sebanyak itu dalam waktu begitu singkat.

Saya -dan tim DBL Indonesia- tidak mungkin menjawab satu per satu. Kepada semua, kami hanya bisa mengucapkan terima kasih kembali, dan mohon maaf apabila ada kekurangan selama lima tahun mengelola NBL Indonesia (plus empat tahun liga perempuan WNBL Indonesia)...

Oscar Lawalata, Desainer Jersey NBL Indonesia 2014-2015

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:33 PM    
Bola.net - Tampilan baru yang lebih segar dan berkelas siap menyambut musim baru National Basketball League (NBL) Indonesia 2014-2015. Klub-klub kontestan akan berkompetisi dengan jersey baru hasil kolaborasi istimewa dari Li Ning desainer papan atas Tanah Air, Oscar Lawalata.

Untuk kali pertama di dunia basket Tanah Air, jersey pertandingan didesain secara khusus oleh perancang busana papan atas Indonesia. PT DBL Indonesia selaku penyelenggara liga memperkenalkan karya seni istimewa ini kepada media dan masyarakat di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Senin (15/9).

Perwakilan pemain dari 12 klub kontestan liga pun didatangkan khusus sebagai model. Mereka adalah Ebrahim ’Biboy’ Enguio Lopez (Aspac Jakarta), Christian Ronaldo Sitepu (Satria Muda BritAma Jakarta), Kelly Purwanto (Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta), Diftha Pratama (Garuda Kukar Bandung), Merio Ferdiansyah (Stadium Jakarta), Kaleb Ramot Gemilang (CLS Knights Surabaya), Yan Stiven Pattikawa (Hangtuah Sumsel IM), Restu Dwi Purnomo (Bimasakti Nikko Steel Malang), Surliyadin (JNE BSC Bandung Utama), Yo Sua (Satya Wacana Metro LBC Bandung), Dian Heryadi (Pacific Caesar Surabaya), dan R. Azzaryan Pradhitya (NSH GMC Jakarta).

”Basket merupakan olahraga yang lebih menonjolkan style apabila dibandingkan dengan olahraga lain, sehingga logis apabila kami menggandeng desainer papan atas Indonesia untuk memberikan sentuhan langsung kepada seluruh desain jersey klub-klub NBL Indonesia,” kata Azrul Ananda, Commissioner NBL Indonesia sekaligus Direktur PT DBL Indonesia.

Oscar pun sangat bersemangat dalam menunjukkan dukungan besarnya kepada industri olahraga basket Tanah Air. ”Perlu waktu tiga bulan untuk menyelesaikan desain jersey tersebut. Kendala yang sulit ialah memperkuat image dari klub sesuai dengan citra masing-masing," tuturnya.

Curry Mati Kutu, Warriors Tak Bisa Berbuat Banyak

Ahmad Jalaluddin Rabbany     3:32 PM    
CALIFORNIA – Golden State Warriors harus mengakui keunggulan Cleveland Cavaliers di game kedua –dari total tujuh game– NBA Finals 2015, Senin (8/6/2015). Hal ini tak lepas dari meredupnya sinar Stephen Curry. Bintang Warriors sekaligus MVP 2015 tersebut tampil di bawah form pada game yang berkesudahan 95-93 untuk keunggulan Cavaliers.

Dikenal sebagai raja lemparan tiga poin, Curry hanya berhasil memasukkan dua lemparan tiga angka dari 15 kesempatan pada laga yang dihelat di kandang Warriors, Oracle Arena tersebut. Kemenangan Cavaliers ini membuat agregat sementara imbang 1-1, setelah di laga pertama Warriors berhasil menang 108-100.

Tanpa ditemani Kyrie Irving yang harus absen empat bulan karena cedera lutut, LeBron James kembali menggila seperti di game pertama. Jika di game pertama ‘King’ James sukses mencetak 44 angka, di game kedua ini sang bintang membuat triple-double untuk Cavaliers dengan total 39 poin, 16 rebounds, dan 11 assists.

Sementara di sisi lain, seperti diberitakan ESPN, Curry  mati kutu setelah dimatikan Matthew Dellavedova. Hebatnya, Dellavedova adalah point guard pengganti Irving yang selama ini selalu menjadi pilihan kedua bagi Cavaliers.

Dari data statistik, ketika dijaga oleh Dellavedova, Curry tak mampu mencetak angka sama sekali. Hasil ini jelas positif dan menjadi semangat tersendiri bagi Cavaliers. Tanpa Irving, mereka masih memiliki Dellavedova yang apik dalam bertahan, serta James yang sedang on fire. Sebaliknya, Warriors nampaknya harus mencari cara lain untuk menang jika Curry berhasil dimatikan lagi.

Translate

Instagram

Instagram
© 2011-2014 AJR. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.